Jumat, 06 Februari 2009

AKU HARUS DIMANA?

Suksesi kepengurusan di fakultas MIPA baru saja berakhir.Pengeplotan kader di berbagai lini sudah dilakukan.Memilih dakwah di agama, siyasi alias politic, atau 'ilmi.Aku dihadapkan dalam sebuah piliahan besar.Mengabdi di divisi.Opini Media BEM MIPA sudah saya jadikan prioritas dalam buku agenda saya.Ada banyak hal yang ingin saya floarkan disini,ada banyak mimpi.Dan kesempatan itu di depan mata.Ada Mbak2 dan Mas2 yang siap mendukung langkah saya di sini.
Di satu sisi,proyek besar bersama seorang teman,hhheee nama dirahasiakan.Proyek di lini da'awi,lini agama,untuk mensyiarkan Islam kepada orang2 ammah,sempat saya pegang selama saya menjadi staff di situ.Tapi saya merasa suara saya ga terlalu di dengar,mungkin karena saya memang belum cocok atau belum pantas untk menjadi seorang kader da'awi.Saya paham sekali akan hal ini,ilmu agama saya masih cetek.Belum terlalu kompeten.Ga seperti di siyasi,setidaknya buat saya politik bukanlah hal yang baru lagi.Saya putuskan untuk mundur.
Di lini 'ilmi, lama tak bermain2 dengan penelitian,dengan karya tulis membuat saya amat sangat merindukan,saya ingin punya PKM,saya ingin IP saya naik lagi semester depan,saya pengen ikut tukar pelajar BAYER JERMAN, yang basisnya tentang lingkungan.Saya ingin cepat lulus,ingin SO (Study Oriented).Apalagi kalau ingat papa yang semakin hari rambutnya makin putih.Ingin ngambil S2 keluar negeri,jadi dosen di UGM,itu mimpi saya selama ini.
Tapi saya harus membuat 1 pilihan.Sempat keinginan SO itu begitu kuat,sampai ada sebuah SMS dari teman.
"Memang itu hidup kamu,makanya jadikan hidup ini berarti,lebih bermakna,kamu punya pilihan di setiap langkah yang kau ambil.Pilihan itu adalah pilihan yang membuatmu dewasa"
Terpikir kemudian di benak saya,jika saya mau SO aja,pasti ga asyik saya lulus dengan nilai yang OK,tapi perjuangan saya...ah saya terlalu egois terlalu individualis.Lini-lini ini membutuhkan orang-orang yang punya semangat,punya kompetensi tinggi untuk membangun negri.Menjadi scientis,menjsdi politisi,dan berdakwah agama kepada sekitar.Itulah tujuan hidup saya sekarang agar kelah bisa meraih ridho Allah di surga.Prioritas memang harus dipilih.Siyasi menjadi pilihan saya.Saya merasa punya potensi di sini,sedang untuk lini da'awi toh saya pikir ada orang yang bisa menggantikan saya.
Tapi.....ternyata ditengah hidup baru saya di bem sebagai kadiv muda,yang masih pontang-panting untuk menjadi orang yang dituakan.Dengan setumpuk amanah yang harus saya pegang,panggilan dari lini da'awi datang.Saya tidak tahu mengapa saya masih dilibatkan dalam rapat kadept dengan kadiv di daawi,padahal saya hanya meinta untuk menjadi staff ahli.Sebuah penolakan halus untuk ga ikut rapat saya utarakan sama kadept tercinta,tapi..."pu kamu masih dbutuhkan di sini siapa tahu kamu punya ide-ide cemerlang,biasanya kamu gudang kreativitas"Ngrayu nie mbaknya...muji2 kretif biar sya masih mau dateng rapat.heheheYa Allah kuatkanlah punggungku untuk membawa amanah ini.

2 komentar:

jufrizal mengatakan...

asalammualaikum..

salam kenal

puspita mengatakan...

Wa'alaikum salam
kenal balik...